pameran

Pidato Urban dan Pertunjukan Musik di Penutupan Pameran Everythink

Pameran bertajuk Everythink, Collective Art Exhibition sukses diselenggarakan pada 18-25 November 2016 di Sangkring Art Project, Nitiprayan, Bantul, Yogyakarta. Pameran diikuiti 9 seniman muda yang bergerak di berbagai bidang sub culture seperti tato, drawing, street art, grafis, desain grafis dan tipografi. Mereka adalah Artz, Asgra, Blackface13, Esa Adi, Fajar Abadi, Nandi Yoga, Pofobag, R Fajar, dan Silencer8. “Sepak terjang karya mereka bisa ditrack lewat berbagai ilustrasi produk seperti cover album, kaos, tato, sampai grafiti di jalan”, ucap Huhum Hambilly, selaku penulis pameran dan pengamat subkultur.

Tidak hanya memajang karya, selama pameran berlangsung Everythink menghadirkan aneka workshop dan diskusi dan screening. Pada tanggal 20 November diadakan Typografi and Drawing Studies di areal Galeri Sangkring. Para pemandu workshop adalah peserta pameran, pada momen ini publik dapat berkomunikasi dan belajar langsung dengan para seniman terlibat. Berikutnya workshop mentato yang dipandu oleh Nandi Yoga dan Nyoman Asgra pada 22 November, juga screening dan diskusi film bersama Panca DZ dan Toto Sudioarjo.

Menurut Huhum, rangkaian kegiatan sengaja digelar dengan mempertimbangkan kerja sosialisasi dan edukasi. “Kita ingin mengkaji dan mendistribusikan kerja-kerja edukasi di wilayah tren anak muda urban, hal ini jarang digagas namun sesungguhnya perlu, sebab anak-anak muda lebih agresif dalam merespon isu” ungkapnya. Selian itu juga terdapat workshop membuat patch dengan teknik cukil oleh Aswina Gunari dan Esa Adi di Yogyatourium yang kebanyakan peserta adalah para turis. “Mereka serius dan sangat menikmati, saya puas” ucap Esa yang merupakan seniman pemandu workshop.

Tidak ingin isunya lekas berlalu, pameran Everythink kembali menghadirkan kegiatan berupa penutupan pameran pada tanggal 7 desember 2016, bertempat di Asmara Art n Coffee Shop, jl. Tirtodipuran, Jogja. Kegiatan akan diramaikan dengan pertunjukan musik, berkesempatan tampil dari band adalah Relung dan Havinhell dan DJ Gunsky. Dengan pertimbangan dokumentasi dan pengarsipan fenomena seni urban, acara akan menghadirkan Pidato Urban oleh Hendra Himawan, akademisi dan pengamat seni. Pidato bermaksud mencatat dan mereview atas berlangsungnya pameran Everythink secara keseluruhan, dari wacana, estetika, fenomena hingga kritik.

 

MORE INFO :

@everyth.ink

Related Blogs

    Share