DROMME02

“Tidak semua dari kita secara sadar merasakan pengalaman berada di titik nihilist setelah tragedi yang menyakitkan.”

Single ke: 3 milik Dromme “Cotard” yang single sebelumnya sudah merilis “Kabut Rasa” dan “Take Me”.  Single Cotard berwalnya dari keinginan untuk membuat lagu tentang rasa sakit. Altschmerz, sakit yang dikubur dan meninggalkan sakit yang baru.

Diawal single ini terasa sekali suasana mistis yang dihasilkan oleh suara gemericik air yang diikuti oleh lirih suara denting-denting bilah gamelan yang kemudian tipuan sangkakala (terompet kerang) yang menjembatani alunan instrumen dengan gumaman vocal.

Jika dicari arti kata Kotart, adalah keadaan dimana seseorang menganggap dirinya telah mati, sebuah bentuk delusi yang extreme atau bentuk penolakan atas exsistensi. Sebagai salah satu bentuk sakit. Berawal dari pertanyaan-pertanyaan atas esensi dan exsistensi. Sampai dititik belum ada jawaban, bahkan existensi yang nyata seperti sekumpulan dimensi yang berbeda. Ketakutan-ketakutan kita akan rasa sakit, membuat seseorang merasakan hal-hal traumatik.

 

“Hitam putih dunia

Berangsur pekat jiwa

Menari bersama bayang bayang

Menarikan luka

Tertawakan duka

Gugur sukma

Hilang”

 

Demikian sepotong lirik Cotard. Dromme, yang selalu berusaha menghidupkan penampilan musikal mereka saat live dengan teatrikal gesture mereka yang khas. Dromme yang dibentuk pada pertengahan tahun 2016 ini masih digawangi oleh Jey pada Synthyser & Programer, Yuniorika pada vokal dan Kharisma mengisi divisi bass.

Single Cotardini baru saja dirilis secara digital dan sudah dapat dinikmati di beberapa kanal distribusi digital.

      Cotard - Dromme

======================================================================

For more info:

Instagram: @drommemusic

Related Blogs

    Share