Dialog Dini Hari, band folk asal Bali, kembali dengan album penuh ketiga mereka, Tentang Rumahku. Band yang beranggotakan Dadang SH Pranoto (vokal, gitar), Brozio Orah (bass) dan Denny Surya (drum) ini, pada tanggal 31 Mei 2014 kemarin secara resmi merilis Tentang Rumahku di ibukota Jakarta dengan sukses. Bagaimana isi dari album baru nya ini? Ini dia wawancara  dengan DDH tentang album baru nya.

DDH

Halo DDH, bagaimana konser launching album nya kemarin? Sepertinya sukses yah?
Lumayan tiket sold out, cd laku hampir 2 kali lipat jumlah penonton, kita main 21 lagu dan lancar dengan kualitas yang kita harapkan.

Album Lengkung Langit kalian launching nya di Jakarta juga, kenapa memilih Jakarta lagi? apakah akan ada 2nd Launching album untuk Sahabat Pagi di Bali? :)
Bali adalah rumah, kami ingin mendapatkan pendengar diluar rumah kami. Teman-teman media juga kebanyakan ada di jakarta, kalau ngundang mereka untuk nonton konsernya di Bali ntar bandnya tekor :P. Officialy album sudah launching jadi nanti di Bali kita akan bikin “Pesta Rilis” mungkin Mave mau jadi EOnya?

Jika album sebelumnya DDH dikenal luas dengan lagu-lagu bernada manis yang relatif mudah untuk disenandungkan bersama, maka Tentang Rumahku punya sedikit pendekatan berbeda, apa yang membedakan di album baru ini dengan album sebelumnya?
Sebenarnya benang merah antara album “Tentang Rumahku” dan album sebelumnya masih ada, cuma kami selalu mencoba tantangan baru untuk lebih mengekplorasi musikalitas kami. Seperti misalnya track “Hiduplah Hari Ini” kita ambil live tapi dengan kualitas studio.

Apa makna nama “Tentang Rumahku” di album ini?
“Tentang Rumahku” di album ini kami melempar sebuah pertanyaan tentang arti rumah untuk kita semua, yang mana selalu menjadi pusat rotasi hidup dan kehidupan. Bagi kami band ini adalah rumah kami, bagaimana dengan kalian?

Siapa saja musisi yang terlibat dalam album ini?
Kartika Jahja dari Tika and the Dissidents untuk bernyanyi di “Lagu Cinta”, Bang Sa’at seruling di lagu “Lagu Cinta”, Raol Wijffels akordeon di “Lagu Cinta”, Ricky Surya Virgana dari White Shoes and the Couples Company string section di “Gurat Asa” Cello di lagu “Dariku Tentang Cinta” & “Aku & Burung”, Aray (Ray D’Sky) vokal latar di lagu “Aku dan Burung”, Guna Warma dari Nosstress vokal latar untuk lagu “Jalan Dalam Diam”, Yevensius Donny horn section di lagu “360 Batu”, Ocha & Vivi vokal latar di lagu “360 Batu”

Apa yang spesial di album ini dibandingkan album sebelumnya?
Setiap album punya karakter tersendiri, tidak bisa dibandingkan dengan album yang lain. Coba koleksi dulu semua albumnya dan kemudian kalian yang bercerita apa yang spesial dari album ini hahahaha

Ada perubahan sedikit, dari format vinyl 7 inch di album ketiga, sekarang naik ke 12 inch. Seberapa istimewa kah sebuah piringan hitam buat kalian?
Ahk kalian dapat bocoran dari mana? Gosip! Hahaha Piringan hitam itu bagai sebuah prasasti bagi kami, kalau kalian punya band dan kemudian memegang piringan hitam kalian sendiri dan kemudian yang terucap dari bibir kalian adalah “Klee Vinyl nok ci! hahahaha.

Apa sih yang menginspirasi seorang Pohon Tua dalam membuat lagu sampai sedalam dan se-puitis itu? :)
Lebih berkonsentrasi menggunakan rasa… sentuh lebih lama, lihat lebih lama, dengar

Terakhir, ada pesan buat Sahabat Pagi untuk album ini?
Mengapa tak kita bangun rumah-rumah hangat dalam hati kita masing-masing? Rumah hangat dengan bentangan tangan, yang menerima siapapun yang ingin pulang? dan beli albumnya. Hahaha

teks Adamxhole photo Guswib

Related Blogs

    Share