Delacroix2

Delacroix Musik, band yang terbentuk di Yogyakarta, meluncurkan single dan video lirik berjudul “Kisah di Kamis Malam” pada Senin, 30 September 2019 sebagai respons mereka terhadap sejarah kelam tragedi 1965.

Sang vokalis, Alexander Haryanto, mengatakan, alasan mereka mengangkat persoalan enam lima ke dalam lagu karena merasa tersentuh dengan kisah hidup para korban dan survivor yang masih hidup hingga saat ini, tapi masih mendapat stigma buruk di masyarakat, bahkan terhinakan dan dikucilkan, padahal mereka tidak bersalah lantaran tidak pernah diputuskan lewat putusan pengadilan.

Sebab, selama ini isu tersebut telah menjadi komoditas politik yang muncul setiap tahun politik, bahkan dihadirkan untuk menakut-nakuti masyarakat, namun gagal memahami isu besar bahwa ada banyak korban tak bersalah yang telah dinistakan oleh rekayasa sejarah.

Para korban ini, mendapat hukuman penjara bahkan harus kehilangan nyawa hanya karena tuduhan yang mereka sendiri tidak pernah melakukannya, seperti yang dialami oleh Soekardjo Wilardjito, salah satu sekuriti Istana Bogor era Presiden Sukarno, yang dihukum penjara selama 14 tahun tanpa proses pengadilan. Sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer, penulis novel Bumi Manusia juga pernah menjadi korban penjara belasan tahun karena menjadi pihak yang dituduh.

Sementara itu, sang keyboardis Adi Wijaya menambahkan, tragedi enam lima juga terjadi pembantaian besar-besaran, yang menurut sejarawan, mencapai 500 ribu sampai satu juta jiwa bahkan bisa lebih dari itu. Padahal, kehilangan satu nyawa pun tak dapat dibenarkan.

Meski sudah terjadi hingga lebih dari setengah abad, luka masa lalu ini tak pernah diselesaikan oleh negara, tetapi justru dijadikan komoditas politik menjelang bulan September. Padahal, dengan segala otoritasnya, negara mampu melakukan rekonsiliasi hingga pemulihan terhadap korban, seperti yang dilakukan oleh Jerman dan Korea Selatan.

Jerman dan Korsel juga pernah mengalami sejarah kelam dimana terjadi pembantaian besar-besaran, namun kedua negara itu berani mengakui kesalahan dan meminta maaf, tak heran bila meraka menjadi negara maju karena tak punya beban sejarah dan luka masa lalu. Sebagai generasi penerus, kami juga ingin Indonesia menjadi lebih baik.

Dalam lagu berjudul “Kisah di Kamis Malam” ini kami dibantu oleh Momo Biru, eks vokalis band rock Captain Jack, dibagian mixing dan mastering.

Sementara pengerjaan video lirik dibantu oleh Pepen Opehelia bagian editing dan Victor J bertindak sebagai art director dari Anak Rimba Studio, lagu ini dirilis oleh label rekaman independen Hell Hammer Record asal Yogyakarta.

Delacroix adalah projek musik yang didirikan di Yogyakarta pada 2017 oleh Alexander Haryanto (vokal, gitar) yang juga merupakan seorang jurnalis, Adi Wijaya (piano, keyboard) yang merupakan dosen ISI Yogyakarta, dan Tito (drum).

Posisi gitar sempat diisi oleh Iago Bozou dan bass diisi Riky Yonda. Hanya saja, saat ini keduanya sedang vakum, sehingga posisi gitar diisi oleh Rimanda Sinaga dan Bornie pada bass, yang keduanya adalah alumni ISI Yogyakarta. Sampai saat ini mereka sudah menelurkan mini album berjudul “Nyanyian Sang Enggang.” yang dirilis Hell Hammer Record. Langsung aja simak single terbaru mereka dibawah ini, enjoy Mavers!!


=======================================================================================

For more info

Instagramdelacroixmusik

Related Blogs

    Share