CATA-ODATA-(2)

Menampilkan karya-karya Djunaidi Kenyut dan Anas Etan

Kenyut banyak mengangkat tema-tema sosial seperti perjuangan proletar dan kebebasan berekspresi dalam karyanya dengan menggunakan banyak lapisan warna cerah. tulisan puisi, dan guratan liar menawarkan keragaman visual yang kaya. Meski menggunakan cat semprot dan akrilik sebagai media utamanya, Kenyut tidak pernah membatasi penjelajahannya dengan kemungkinan lain seperti tinta cina, korek api ulang, kolase, papermache, dll.

Karakteristik karya Anas terdapat dalam gaya surealis dan detail garis lengkung memanjang yang ia gunakan untuk melambangkan gerak (dinamis) dalam setiap karyanya. Bagi Anas, setiap bayangan dilemparkan oleh benda nyata, dan setiap bayangan bisa mengembangkan karakteristik uniknya sendiri yang menyimpang dari obyek yang ada. Kehadiran bayangan biasanya menimbulkan pertanyaan, bagaimanapun, dalam perspektif lain, bayangan juga bisa menjadi jawabannya.

CATA-ODATA-(7) CATA-ODATA-(5)

CATA-ODATA-(3)

 

Scene-to-Scene adalah sesi mengenal kekaryaan seniman dengan mengelilingi ruang-ruang galeri Cata Odata, menikmati karya seni yang sedang dipajang, ditemani oleh senimannya. Kami percaya dengan hadir dan mengalami secara langsung sebuah karya seni, memberikan kesan yang berbeda bagi setiap orang.

Kehadiran seniman secara langsung menjadi pengalaman tersendiri untuk berkesempatan mengonfirmasi tentang kesan-kesan tersebut secara dua arah.

Istilah Scene-to-Scene kami pilih untuk menjelaskan babak-babak dalam proses berkesenian seorang seniman. Bagaimana mereka memulai, apa saja yang memengaruhi kekaryaannya dan proyek apa yang sedang mereka kerjakan sekarang.

 

CATA-ODATA-(1) CATA-ODATA-(4) CATA-ODATA-(6)


Related Blogs

    Share