Cuaca-buruk-body

CUACA BURUK // REVIEW VIDEO CLIP “MUSNAH”

Cuaca Buruk adalah band yang berasal dari kota Cepu, Blora, Jawa tengah. Kota kecil yang terkenal dengan nama kota minyak. Cuaca buruk terdiri dari 3 personil yang memakai formasi Nur Widyanto pada drum, Guntur pada bass dan backing vokal, Irwan pada vokal sekaligus pemain gitar. Bukan tanpa alasan hanya ada 3 personil dalam sebuah band terutama Cuaca Buruk. Selain mereka terinspirasi pada supergroup terkenal era 60′ an contohnya Cream dan Jimi Hendrix Experience (JHE), meminimalisir adanya konflik atau keruwetan pada sebuah band juga termasuk alasannya.

Cuaca buruk awal terbentuk dari sebuah obrolan tentang lingkungan hidup. Pada saat itu merasa banyak sekali perubahan alam entah itu flora atau fauna dari jaman ke jaman semakin hilang. Pragmatis itulah sifat kebanyakan warga Indonesia, tentu hal ini sangat membahayakan bagi generasi penerus, jika suatu saat sumber daya alam telah habis lantas apa yang akan di wariskan. Apakah hanya sebongkah tanah gersang dan hutan industri yang tak berpenghuni. Itulah yang berusaha di tepiskan oleh Band Cuaca Buruk. Nama Cuaca buruk sendiri adalah sebuah pengingat bagi manusia saat ini, dimana manusia hanya sadar tentang kerusakan yang terjadi saat adanya cuaca buruk yang menimpa daerah mereka.

Cuaca Buruk menggarap album pertama mereka pada tahun 2020 akhir kemudian selesai di tahun 2021. Semua lagu yang berada dalam wadah yang bertajuk Deforestasi. Lagu andalan mereka di album Deforestasi berjudul “Musnah“. Walau sebenarnya mereka menganggap semua lagu yang ada di album baik menurut sudut pandang mereka dan mengandung pesan-pesan di dalamnya yang harus tersampaikan ke masyarakat.

Lagu-lagu yang berisi dalam album deforestasi adalah

  1. Srigala malam
  2. Hujan
  3. Bosan dirumah
  4. Musnah
  5. Darah pahlawan
  6. Teman sekelasku
  7. Pemburu

Album deforestasi sudah dirilis dalam bentuk Cd dan di cetak hanya dalam jumlah 60 keping. Dalam 3 minggu album tersebut sudah laku walau hanya di beli oleh teman-teman mereka sendiri, tapi itu cukup membuat para personilnya merasa cukup lega dengan hasil karya mereka sendiri. “Musnah”, itulah lagu yang menurut pendapat mereka cukup untuk mewakili apa yang ada di Album deforestasi.

Lagu “musnah” adalah lagu bertempo agak cepat dengan balutan musik sederhana  yaitu gitar, bass dan drum, tanpa adanya dentingan piano ataupun sintizer ciri khas musik era kini. Dalam penulisan lirik juga sederhana. Lagu yang bercerita tentang fenomena yang alam yang terjadi di masyarakat seperti bencana yang terus berdatangan silih berganti belum cukup membuat manusia sadar bahwa alam sejatinya tidak dapat dilawan, manusia harus tetap berusaha menjaga keseimbangan alam. Lahir dengan gelar makhluk yang paling mulia tampaknya membuat mereka sombong dan lupa bahwa yang telah mereka lakukan sudah  melewati batas. Kendaraan saja yang kita gunakan dalam sehari-hari dalam beraktifitas kalau tak di rawat pasti akan tiba saatnya masuk bengkel dan mengalami kerusakan di sana sini apalagi ini bumi yang usianya sudah tidak bisa dikatakan muda. Nah itulah maksudnya maksudnya pesan lagu ini.

Sebuah video clip lagu tersebut sudah bisa dinikmati di Youtube. Harapan Cuaca buruk kedepan dengan adanya clip ini bisa menambah banyak lagi orang yang tahu Band Cuaca Buruk dan pesan-pesan yang ada dalam lagunya. Berikut adalah link video clipnya.

====================================================================================

For more info:

Youtube : Cuaca Buruk

Email : irwanardyanto03@gmail.com

Related Blogs

    Share