IMG_20181031_103428

Cloudburst, band mettalic hardcore dari kota pelajar, Yogyakarta, dibentuk pada tahun 2011 dan telah merilis demo pada tahun 2014 lalu, serta split album dengan teman kampung halaman mereka, Warmouth. Pada tahun 2016, Cloudburst merilis album pertama mereka yang berjudul Crying of Broken Beauty, yang secara kritis mendapat pengakuan dari Pers Metal/Hardcore Indonesia dan termasuk dalam Top 20 Album Metal Terbaik oleh The Metal Rebel (Swedia). Diikuti dengan Harakiri Rhapsody Tour 2016, yang mencakup negara Singapura dan Malaysia.
Tahun 2018 ini, Cloudburst kembali dengan album kedua yang diberi judul sama dengan nama mereka, Cloudburst. Album ini berisi sembilan lagu yang penuh dengan kekacauan dan kebrutalan namun melodis dan charming. Penobatan Chaotic Hardcore/Metallic Hardcore menjadi lebih jelas dengan pengaruh masih dari Converge dan Botch, dicampur dengan solo gitar shredding dari Slayer, Keith Moon-ish gedoran drum dan vokal maniak sisa-sisa Pig Destroyer dan Cattle Decapitation.
Album Cloudburst dibuat antara Februari hingga Oktober 2018 dengan bantuan Bable Sagala (Metallic Ass) dalam proses engineering, mixing and mastering di Watchtower Studios, Yogyakarta, Indonesia, tempat album-album ekstrem terbaik Yogyakarta direkam. Sementara itu, Cloudburst sudah merilis satu lagu dari album ini pada tanggal 28 Oktober yang lalu lewat bandcamp mereka, Cloudburst.
Band yang beranggotakan Ridho (bass),Yogi (gitar),Yudha (drumm) dan Okta (vokal) akan merilis album Cloudburst pada layanan musik digital seperti Spotify, iTunes, bandcamp dan sebagainya serta CD oleh Samstrong Records pada 20 Desember 2018 mendatang.
================================================================================
For more information:
Facebook: Burstingcloud
Twitter: Klotberst


Related Blogs

    Share