BR--02Sesederhana apapun tema yang digambarkan sebuah lirik, bila disampaikan dengan gaya puitis seperti lagu Mata Berbatas ini, maka akan terasa menarik. Maka posisi lirik pun menjadi penting bagi BUDIRAYA. Sejajar dengan musikalitas (teknik bermusik, pilihan nada, hingga aransemen) yang disaji. Ya pastinya band yang terbentuk sekitar tahun 2015 di Jakarta ini bukan sebuah ensemble folk song yang lebih memuja lirik ketimbang sisi musikalnya. Mereka memberi porsi seimbang dalam mengemas musiknya secara serius, layaknya meruntun kata menjadi barisan lirik puitis namun tetap mudah dicerna.

Tentu lirik-lirik itulah yang membuat si lagu mempunyai pesan. Begitu pentingnya hingga mampu membuat lagu ini terdengar lebih bergizi. Apalagi dihiasi diksi-diksi yang tak biasa. Tentu jadi lebih menarik. Maka kombinasi lirik puitis dengan aransemen tempo moderat yang dinamis, menjadi sebuah sajian yang langsung catchy sejak intro lagu diperdengarkan. Ada unsur-unsur serta lick harmoni musik pop yang jujur langsung mengingatkan kita pada kejayaan band-band indie legendaris macam Sore, The Adams, dan lainnya di era ‘90an akhir.

Kami akan merilis tiap lagu dalam album tersebut satu per satu sebagai single, yang diakhiri dengan dirilisnya album di tahun 2021 mendatang. Karena kami ingin audiens mengenal Budiraya dulu lewat single-single yang akan dirilis per bulan tersebut. Dimulai dari Mata Berbatas ini, hingga saat menyimak albumnya secara penuh nanti, telah kenal dan mahfum akan warna musik BUDIRAYA,” jelas Tyo mewakili teman-temannya. Album tersebut berisi 8 track yang nantinya 4 lagu di antaranya akan dirilis berurutan sebagai single-single per bulan.

=======================================================================================

For more info 

Instagram : @budirayamusik


Related Blogs

    Share