IMG_3784

Pameran karya seni Internasional dua tahunan Biennale Jogja kembali digelar. Setelah sebelumnya menggandeng Nigeria, kali ini Biennale akan bekerjasama dengan Brasil. Berbeda dengan rangkaian sebelumnya, Biennale Jogja XIV Equator #4 mengawali pagelaran ini dengan  menyelenggarakan pameran Pra-Biennale yang diselengarakan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM mulai tanggal 20 – 25 Maret 2017.

Pagelaran Pra-Biennael kali ini merupakan salah satu pembeda dengan pagelaran-pagelaran sebelumnya.”Untuk Pra- Biennale sendiri, ini diselenggarakan untuk melaunching serta mengenalkan ke audience tentang seniman atau perupa dari Indonesia yang terpilih untuk terlibat dalam Biennale Jogja XIV Equator #4 November mendatang. Selain itu Pra-biennale juga bertujuan untuk mengenalkan logo, news latter, serta memberikan perkenalan berkaitan dengan Brasil sebagai mitra Biennale Jogja kali ini.” Ujar Anang Saptoto selaku Koordinator Desain dan Publikasi kepada MAVE saat ditemui di PKKH UGM Selasa (21/03/2017)

IMG_3801

IMG_3799 IMG_3794

Setelah melalui beberapa tahap seleksi, akhirnya sebanyak 27 perupa yang berasal dari Yogyakarta, Solo, Bandung, Jakarta, Malang, dan Bali akhirnya terpilih untuk terlibat dalam Biennael Jogja XIV Equator #4 mendatang. Beberapa nama tersebut antara lain Adi Dhama a.k.a Stereoflow, Aditya Novali, Arin Dwihartanto Sunaryo, Cinanti Astria Johansjah, Faisal Habibi, Farid Stevy Asta, Gatot Pujiarto, Indieguerillas, Julian “Togar” Abraham, Kinez Riza, Lugas Syllabus, Made Wiguna Valasara, Maria Indira Sari, Mulyana, Nerpati Awangga a.k.a Oomleo, Ngakan Made Ardhana, Nurrachmat Widyasena, Patriot Mukmin, Roby Dwi Antono, Sangkakala, Syaiful Garibaldi, Tattoo Merdeka, Timoteus Anggawan Kusno, WIsnu Auri, Yudha Kusuma Putra a.k.a Fehung, Yunizar, dan terakhir Zico Albaiquin.

IMG_3793 IMG_3787 IMG_3791 IMG_0326 IMG_0062 IMG_0329

Berkaitan dengan tema apa yang akan angkat dalam Biennale Jogja XIV Equator #4 pada November 2017 mendatang, pihak Biennale belum bisa memastikan. “Untuk tema, siang tadi sudah mulai dirumuskan bersama dengan seniman peserta yang terpilih. Kalau kemarin waktu launcing awal belum ada tema. Jadi merumuskan tema bersama-sama , langkah selanjutnya apa , itu bicarakan bersama.” Ujar Anang

================================================================================

Biennale Jogja

Web                      : www.biennalejogja.org/2017

Instagram            : biennalejogja

Facebook            : biennalejogja

Twitter                : biennalejogja

Photo dan Teks  : Bayu Suardi

Related Blogs

    Share