Bestiariidark

Grup pendatang baru yang siap meramaikan perhelatan musik lokal, duo Faust dan Digital Boyz, lewat proyek emo rap bernama Bestiarii, dipastikan siap menghantui para penggemar di ranah musik hip-hop/elektronik lokal. Bestiarii akan mengantui para pendengar melalui dua buah lagu “Eternal Duality of Birth and Death” dan “Rise Under the Moon” (15/11).

Bestiarii menghadirkan hip-hop yang jauh berbeda dengan yang diusung musisi serupa kebanyakan. Tempo lamban, bass rendah dan berat, nada-nada melankolis nan menyayat mengiringi sepanjang lagu berputar. Seperti kedua lagu yang menjadi debut karya yang dikemas dalam bentuk demo digital. Membuka kemunculan para pendisko makam tahun ini.

Kemunculan Bestiarii diawali dengan kolaborasi antara Antoni (Merdeka Voice/Recovery) dan Yogi Ario (AK//47/Sergapanmalam) yang coba mengulik lebih dalam musik elektronik. Keduanya yang berasal dari wilayah musik bawah tanah, membawa serta konsep, kultur, maupun etos kerja ke dalam genre yang berada di luar disiplin mereka selama ini. Sekarang, keduanya berperan sebagai beat maker sekaligus produser dari rumah produksi bernama Triple Six OG Records yang mereka dirikan.

Komposisi pada dua lagu ini awalnya hanya sebatas instrumen hingga Faust dan Digital Boyz hadir sebagai penghantar rima, menyempurnakan beat-beat kosong serupa gelas yang kembali terisi oleh substansi dan alkohol. Lirik serta tema lagu yang diangkat Bestiarii berisi seputar nestapa, kematian, kepercayaan dan ketuhanan, hingga satanisme. Lagu “Rise Under The Moon” misal, menceritakan tentang kegoyahan iman seseorang sehingga dirinya terbebas akal pikiran dan hati.

==============================================================================

For more information:

IG : @bestiariidark

 

Related Blogs

    Share