Beeswax, Steffani BPM, dan Madu Kinanti

Beeswax Tutup Akhir Tahun dengan Video Klip “Maze of Mind”

Kuartet emo asal Malang, Beeswax, tepat saat pergantian hari di tanggal 21 Desember 2019, mereka merilis karya terbaru dalam bentuk sebuah video klip. Lagu “Maze of Mind” yang ada di album ketiga mereka “Saudade” dipilih menjadi video klip ketiga yang dirilis setelah “Fix” dan “Refugee”. Single yang merupakan kolaborasi dengan penyanyi asal Malang, Steffani BPM ini nantinya juga akan dirilis sebagai single digital tersendiri yang rencananya akan keluar di tanggal 25 Desember 2018. Video klip-nya disutradarai oleh Prialangga yang sebelumnya banyak terlibat dalam karya-karya visual dari Coldiac, Sal Priadi, hingga Brigade 07. Lagu “Maze of Mind” yang sebenarnya bercerita tentang kekecewaan seseorang terhadap pasangannya direpresentasikan menjadi cerita yang cukup tidak biasa oleh Prialangga.

BEESWAX_MAZE OF MIND_SAUDADE_DIGITALCOVER03

Terinspirasi pengalaman pribadi serta berbagai macam gejolak kesedihan yang ia rasakan selama setahun terakhir, ia merangkumnya kedalam sebuah narasi yang melibatkan toxic relationship hingga kelainan mental yang dialami para tokohnya. “Dalam setahun terakhir, bisa dibilang banyak kesedihan yang melanda dan lagu Beeswax ini saya rasa tepat untuk menuangkan ide-ide serta simbolisme yang saya pikirkan,” ungkap Prialangga. Dibantu dengan tim yang solid mulai dari stylist Titi Savitri, make-up artist Madu Kinanti, dan DoP Adi Fathul Ardy, serta tim lighting, logistic dan artistik, pembuatan video klip ini hanya memakan satu hari penuh. Beeswax yang sebelumnya hanya sekedar terlibat di video klip mereka sebagai pemain musik, kali ini dituntut untuk memainkan peran.

Bagas Yudhiswa dan Steffani BPM

Bagas Yudhiswa dan Steffani BPM berperan sebagai sepasang kekasih yang menjalani hubungan penuh konflik dan kekerasan. Sedangkan beberapa talent dan personel Beeswax lainnya memerankan figur korban. Lebih jauh mengenai video klip ini, Prialangga juga menambahkan elemen-elemen yang sebelumnya ada di video “Fix”dan“Refugee”. “Video ini semacam penutup era album ketiga Beeswax, jadi saya sengaja menambahkan sedikit benang merah di dalamnya yang berhubungan dengan dua video sebelumnya,” imbuh Prialangga. Menggunakan pencahayaan temaram yang didominasi warna merah dan hijau, kesan gloomy dan mencekam berhasil dimunculkan lewat karya ini. Tentu saja video ini wajib ditonton hingga akhir karena menyimpan suatu twist yang bisa membuat penontonnya bergidik ngeri.

===========================================================================================

Also listen “Saudade” here:

https://open.spotify.com/album/3NnS9f7JAHPxxZBKZ7B5jx

https://itunes.apple.com/us/album/saudade/1385744430

https://itunes.apple.com/id/album/saudade/1385744430

https://beeswaxtheband.bandcamp.com/album/saudade

 

BEESWAX

Novita Widia

+6281333481985

 beeswaxtheband@gmail.com

https://www.instagram.com/beeswaxtheband

https://twitter.com/beeswaxtheband?lang=en

https://www.facebook.com/beeswaxtheband/

https://soundcloud.com/beeswaxtheband

https://www.youtube.com/channel/UCNcABgRCsE_9bS7ONlz_KHQ

Related Blogs

    Share