..musisi “Middle Label” dapat mempertaruhkan Kualitas yang mereka miliki, bukan hanya popularitas semata.

Ketika terlihat banyak penyanyi, group band, dan grup vokal dengan label besar yang sering mondar-mandir di layar kaca dan masih bermimpi untuk go international, ternyata sudah lahir beberapa nama di dunia musik Indonesia yang lebih dulu tersorot mancanegara. Bergerak di bawah tanah dan mengandalkan media dunia maya, band-band indie Indonesia ini berhasil menggebrak dan mengepakkan sayapnya di panggung mancanegara. Sekaligus membuktikan bahwa musisi “Middle Label” dapat mempertaruhkan Kualitas yang mereka miliki, bukan hanya popularitas semata.

Demikian beberapa Band Indie yang telag Go International dan mendapat pengakuan mengenai Karya dan Kualitasnya sebagai musisi yang diterima Dunia;

BURGERKILL
Band Indie asal Bandung ini, tepatnya dari Ujung Berung pernah diundang ke acara musik bergengsi di Australia, Soundwave, pada 2009 dan menjadi pembuka band metal papan atas Mastodon di acara Big Day Out tahun 2010.

BK

BOTTLE SMOKER
Grup musik duo asal Bandung ini berhasil menarik perhatian banyak penikmat musik di Indonesia sebelum akhirnya memikat promotor negeri serumpun Malaysia dan negeri kepulauan lain di Asia Tenggara Filipina.

bottlesmoker

HOLLYWOOD NOBODY
Band twee pop bossanova asal Bandung yang bernaung di bawah FastForward Records label ini membuktikan bahwa mereka bukanlah “Nobody” dengan menjadi penampil utama di acara Baybeats 2011, Esplanade, Singapura. Dua band Indonesia lainnya, Bangku Taman dan Protocol Afro juga tampil dalam acara ini.

Holywood-nobody

MOCCA
Sebelum memutuskan untuk vakum karena Arina sang vokalis harus pergi ke negeri Paman Sam bersama suaminya pada 2011, Mocca terhitung telah menjajah beberapa negara di Asia seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan dan Jepang. Di Jepang, beberapa lagu mereka bahkan dijadikan soundtrack untuk film dan jingle iklan. Mereka punya kelompok penggemar yang bernama Swinging Friends di Bandung.

mocca

PROTOCOL AFRO
Protocol Afro tampil gemilang di acara Baybeats 2011 di Singapura tahun lalu. Band beraliran rock asal Jakarta ini terbilang masih baru karena baru terbentuk pada 2007 lalu. Namun prestasi band muda ini sungguh menakjubkan.

PROTOKOL AVRO

THE S.I.G.I.T
Band bernama panjang The Super Insurgent Group of Intemperance Talent ini sering disejajarkan dengan band terkenal mancanegara The Datsuns dan Wolfmother. Pada 2007, The S.I.G.I.T menjadi headlines beberapa media musik di Australia setelah diajak tampil dalam satu panggung bersama Dallas Crane. Pada 2009, band yang dimotori musisi jenius Rekti, Acil, Farri dan Adit ini menjajal panggung SXSW di Texas setelah gagal berangkat di tahun sebelumnya karena permasalahan administrasi. Mereka juga pernah tampil di Hong Kong, Singapura, serta Malaysia.

SIGIT

THE TREES AND THE WILD
Dengan mengalunkan irama akustik nan minimalis, The Trees and The Wild menghipnotis para penggemarnya di Singapura sebanyak dua kali dan Malaysia sekali pada 2011. Band ini berada di bawah naungan Lil’fish Records yang pernah menunggangi album band indie legendaris Pure Saturday.

ttatw

WHITE SHOES AND THE COUPLES COMPANY
Mengusung musik jadul ala tahun 70-an, White Shoes and the Couples Company atau sering disingkat WSATCC sukses merebut hati penikmat musik di San Francisco pada sebuah acara di klab Make Out Room. Akhir tahun lalu mereka mendapat kesempatan menjajal panggung di Hong Kong dan Singapura.

WSATCC

Selain nama-nama tersebut di atas, ada beberapa nama lainnya yang pernah sukses mencicipi panggung di luar negeri adalah seperti Santa Monica, The Brandals, Leonardo, Adhitya Sofyan, NOXA dan Hightime Rebellion.


Related Blogs

    Share