Beatrice-Consolata-BODY

BEATRICE CONSOLATA // RILIS LAGU “LIHATLAH LEBIH DEKAT”

Lagu Lihatlah Lebih Dekat dibawakan pertama kali oleh Sherina Munaf dalam film komedi musikal, yang skenarionya dibuat oleh Jujur Prananto dan sutradara Riri Reza. Film Petualangan Sherina, yang menghibur dan menyentuh ini, dirilis pada 7 Juni 2000. Lagu yang menjadi tematik dalam film itu adalah Lihatlah Lebih Dekat, dengan musik dan lirik yang sangat menyentuh karya Elfa Secioria dan Mira Lesmana

Pada usianya yang kesepuluh di tahun 2019, Beatrice Consolata yang bernama lengkap Beatrice Jean Consolata Gobang, membawakan Lihatlah Lebih Dekat sebagai satu dari lima lagu pilihan dalam rekaman mini-album non-komersial. Mini album cover ini sebagai ungkapan syukur Beatrice dan keluarga atas ulang tahunnya kesepuluh, komuni suci pertamanya dan perjalanan satu dekade musikalnya.

Valentina Nova, guru vokal Beatrice, merekomendasikan Lihatlah Lebih Dekat karena merupakan salah satu lagu yang banyak digandrungi anak-remaja zaman sekarang, penuh makna (full of wisdom), kaya akan melodi indah, serta tidak lekang oleh zaman. Ketika anak-anak sejak dini mendengarkan lagu-lagu yang penuh makna dan mempelajarinya dari berbagai pendekatan, lambat laun anak mampu mengembangkan sisi emosi dan logikanya sendiri. Dengan itu, anak tidak hanya menjadi musisi yang berketerampilan baik, tetapi juga ia menjadi pribadi yang mendewasa dengan baik. “Nah, lagu Lihatlah Lebih Dekat gubahan mendiang Bang Elfa Secioria adalah salah satu lagu dengan lirik sarat makna, bunyi indah serta dapat dinikmati oleh kalangan umur berapa pun,” tutur Kak Valentina kepada tim MusicVibe tentang latar belakang pemilihan lagu Lihatlah Lebih Dekat yang dibawakan Beatrice.

Lagu ini pun akrab di hati Elwin Hendrijanto, direktur musik dan produser rekaman perdana Beatrice untuk mini-album non-komersial tahun 2019. Bagi Kak Elwin, Lihatlah Lebih Dekat adalah salah satu lagu yang memperkenalkannya dengan musik orkestra di masa kecilnya. Kesempatan yang menyenangkan bagi Kak Elwin dapat menggarap lagu ini dengan versi spesial yang dinyanyikan oleh talenta muda Beatrice Consolata. Lanjut Kak Elwin pada kesempatan wawancara dengan MusicVibe, “Lagu ini memang cocok dibawakan oleh Beatrice karena ia memiliki dasar teknik klasik dalam bernyanyi dan warna suaranya sangat bagus untuk pop, sehingga cocok membawakan lagu bernuansa musikal seperti lagu ini.” 

Dalam aransemennya, alat musik piano, strings (violin, viola, cello), dan paduan suara dipilih secara khusus untuk membuat nuansa yang hangat dan manis, dan pada beberapa bagian juga megah, karena aransemen asli dari lagu ini adalah untuk orkestra simfoni. Aransemen untuk piano dan strings memberikan warna yang berbeda tanpa mengurangi perasaan, pesan, dan kesan dari lagu. 

“Saya sangat menikmati proses perencanaan dan imajinasi arah musik fresh yang dapat mengeksplorasi talenta Beatrice. Puji syukur semua berjalan lancar dan kami memperoleh hasil yang memuaskan.” Demikian komentar Kak Elwin ketika menceritakan kembali pengalamannya memimpin produksi lima cover songs Beatrice Consolata pada Juli-Oktober 2019. Saatnya kita melihat lagi lebih dekat pengalaman belajar dalam perjalanan musikal yang kolaboratif.

Yang menarik perhatian Kak Valentina dalam proses rekaman Beatrice adalah betapa seorang anak mendewasa saat berkutat dengan tantangan internal, dengan waktu rekaman yang panjang versus rentang fokus anak yang masih terbatas, dan bertekad mau menyelesaikan tugas dengan baik dalam keterbatasan menerapkan emosi dalam suatu lagu. Ada anak-anak yang berbakat mengerti jenis-jenis emosi dan menerapkannya, ada yang harus belajar lebih banyak dan lama. Poin yang terpenting adalah tidak pernah menyerah. Dan selama orangtua, murid dan guru telah mempersiapkan mental dengan baik jauh-jauh hari sebelum proses rekaman, hal itu dapat dilakoni dan dilalui dengan baik.

Senangnya bekerja sama dengan Beatrice adalah keinginan Beatrice untuk mendengarkan didikan dan bertekad tidak menyerah. Banyak anak dikaruniai bunyi/suara yang indah, termasuk Beatrice. Dan hal yang lebih spesial lagi adalah ketika Beatrice dibantu orangtua memutuskan untuk menggunakan suara indah tersebut sebagai tuas ungkit agar, dengan pilihan lagunya yang sesuai, dapat menyentuh/mengetuk hati/kesadaran banyak orang. Beatrice memiliki penguasaan diri yang baik dalam proses rekaman yang cukup menantang dengan durasi waktu yang cukup panjang. Penyanyi, guru, produser dan tim pemusik, serta orangtua belajar bekerja sama sebagai tim yang solid dan suportif

Guru vokal yang berlatar belakang studi psikologi ini melanjutkan ceritanya, “Sama saja dengan journey setiap anak, ada saja tantangan yang terlihat atau tidak terlihat, secara emosi, logika, dana, dan lain sebagainya. Ketika kita terus berusaha untuk belajar bersabar, dengan pengertian bahwa hal yang baik butuh pengorbanan, proses panjang akan selalu membuahkan hasil baik. Tanpa kita sadari, kita akan terus maju.” 

Satu dekade perjalanan musikal Beatrice yang dimulai sejak dalam kandungan menjadi momen baik untuk melihat kembali lebih dekat apa yang telah terjadi. Cuplikan-cuplikan peristiwa yang mewarnai kehidupan anak-anak dalam lingkungan yang bervariasi, selalu ada sisi musikalnya. Baik juga untuk sesekali menengok ke belakang dan menyadari betapa banyak kemajuan yang telah kita buat. Baik untuk bermimpi sangat tinggi dan merencanakan cara meraih cita-cita masa depan. Sangat baik untuk sadar diri dan banyak belajar, membuka diri dan berdoa. Kelelahan hanya sementara dan tantangan pasti bisa dilalui, termasuk di masa pandemik di mana kita harus terus berlatih secara online

“Suatu saat guru akan dilampaui oleh murid dan itu adalah hal yang wajar. Dan tidak semua murid musik akan menjadi musisi, semua tergantung panggilan hidupnya. Murid yang terus bekerja keras dengan cerdas, belajar dan berusaha, akan menjadi semakin pandai, semakin rendah hati/berbudi, semakin disayang, dan semakin banyak ilmu. Pendidikan musik sejak dini merupakan bagian dari pendidikan karakter.” Demikian tegas Kak Valentina, saat menutup ceritanya. 

Selamat atas ketekunan Beatrice dalam berproses dan berpentas di ruang offline dan online, di mana berpentas juga adalah bagian dari proses belajar yang Beatrice jalankan baik itu untuk konser murid, konser amal, maupun untuk lomba/festival musik pada skala nasional dan internasional yang ia telah ikuti sejak tahun 2020. Semua gembira dengan pencapaianmu, teruslah melangkah. Hanya ‘orang-orang dalam’ yang mengerti bagaimana turun-naiknya pengalaman, bagai irama melodi dalam perjalanan mencapai kualitas bermusik yang lebih baik. 

====================================================================================

For more info:

Instagram: @beatriceconsolata

Youtube: Beatrice Consolata Channel

Related Blogs

    Share