IMG_1615

“Setiap orang memiliki kelebihan dan keistimewaannya masing-masing, baik dalam ruang dan bentuk apapun yang mereka temukan dan cari sendiri. Dari kelebihan yang dimiliki itu kita sebagai seorang manusia bukannya untuk saling membeda-bedakan satu sama lain, akan tetapi seharusnya kita bersatu, bekerja bersama dan berkolaborasi untuk menebar energi positif yang kita miliki secara luas dan masif” – Amin, Manager Batiga.

Semangat kolaborasi, hal itulah yang terus dipertahankan dan dijunjung tinggi oleh Batiga, band sweet pop asal Yogyakarta yang digawangi DC (bass), Yunan (keyboard), Riosa (vokal), Luke (gitar) dan Talcha (drum). Salah satu contohnya ialah ketika mereka menggarap movie klip untuk salah satu singlenya terdahulu, Hey Jomblo, yang dirilis pada tahun 2016 lalu.

Dan hal itupun kembali dilakukan oleh mereka, lewat single terbarunya berjudul Cinta Bertuan yang dirilis pada Jumat (21/7/2017). Cinta Bertuan sendiri mengisahkan tentang bagaimana lika-liku sejoli yang sudah memiliki komitmen di awal hubungannya, namun ternyata menjalani komitmen tersebut bukanlah hal yang mudah. Ketika sejoli itu memutuskan untuk melakukan hubungan dengan komitmen, pasti selalu ada ujian serta tantangan yang mesti dialami bagi mereka yang menjalaninya.

“Setiap apa yang kita jalani dalam kehidupan ini pasti berujung pada keindahan. Tergantung pada sudut pandang kita dalam memandang dan menerima sesuatu yang kita alami. Seperti yang kami coba sampaikan dalam potongan lirik Cinta Bertuan yang menyebutkan bahwa ketika langit tak berawan, atau ketika langit tak menampakkan pelangi setelah hujan, semua itu masih tetap terlihat indah jika kita menganggapnya demikian,” tutur Yunan, pencipta dari lagu yang telah digarap menjelang tahun 2016 lalu itu.

Ada beberapa bentuk kolaborasi yang dilakukan dalam single Cinta Bertuan ini salah satunya lewat keterlibatan beberapa pihak untuk penggarapan video klipnya. Di sini Batiga memberi kepercayaan kepada Stefanus Andre Nugroho, seorang filmmaker asal Yogyakarta yang pengalamannya dalam membuat karya visual sudah tidak diragukan lagi. Selain itu, adalah Acintyaswasti Widianing dan Advent Risang, dua orang koreografer sekaligus penari berprestasi asal Kota Gudeg yang didaulat untuk menyampaikan isi pesan Cinta Bertuan dalam bentuk gerakan.

DC mengungkapkan, ada beberapa alasan Batiga melibatkan ketiga orang tersebut untuk video klip Cinta Bertuan. Selain orang-orang itu telah memiliki prestasi di kancah nasional maupun internasional, Stefanus Andre Nugroho, Acintyaswasti Widianing dan Adfent Risang memiliki sesuatu hal yang bisa dibilang unik dan sejalan dengan sesuatu yang ingin dicapai oleh Batiga. Sebagai contohnya ialah seperti prinsip yang dimiliki oleh Stefanus, di mana yang terpenting bagi dirinya bukanlah alat apa yang digunakan dalam proses penggarapan sebuah karya, melainkan pesan apa yang ingin disampaikan kepada khalayak luas.

Dan hal itupun di wujudkan dalam video klip ini, yang mana Batiga bersama Stefanus melakukan proses pengambilan gambar yang berlokasi di Bromo, Jawa Timur dengan menggunakan perangkat handphone. “Ini gila! Sebuah band melibatkan seorang videografer untuk syuting dengan menggunakan handphone, padahal mereka sendiri punya handphone. Batiga ini orang gila,” tutur Stefanus.

Sambung DC, dalam video klip Cinta bertuan ini, para personil Batiga tidak ada di dalam frame seperti halnya beberapa karya video musik mereka sebelumnya. Di sini mereka Acintyaswasti dan Advent yang beradu peran, dan merepresentasikan pesan ke dalam berbagai bentuk gerakan.

“Konsep video klip Cinta Bertuan ini kami ingin  mencoba menerangkan pesan melalui semiotika gestur, bukan dari cerita, berbeda dengan movie klip (Hey Jomblo) kami kemarin yang menitkberatkan pada cerita. Melalui semiotika gesture ini, kami mencoba untuk menerangkan setiap perspektif permasalahan yang diceritakan dalam lagunya. Sama halnya dengan gesture-gesture tarian, yang selalu memiliki banyak makna dan pengartian oleh penikmatnya. Seperti halnya setiap permasalahan yang kita hadapi, memiliki arti dan pemaknaan yang banyak pula. Harapannya, kami di sini dapat memberikan perspektif lain terhadap setiap permasalahan kehidupan yang kita alami, agar kita selalu berpikir positif dalam menghadapinya” jelas DC.

IMG_1614

 

 Proses Mastering Lagu di Negeri Paman Sam

Kali ini, Batiga tidak hanya melibatkan berbagai pihak untuk pernggarapan visual dari karya musiknya saja, melainkan mereka pun mempercayakan beberapa hal untuk berkolaborasi dari segi musik yang mereka ciptakan. Seperti keterlibatan Sasi Kirono, seorang komposer asal Yogyakarta yang mereka libatkan untuk menyempurnakan single Cinta Bertuan.

Papar Luke, di sini Sasi tidak hanya dilibatkan dalam single terbaru dari Batiga saja, melainkan juga untuk seluruh materi lagu yang dipesiapkan akan ada di dalam album pertama Batiga yang rencananya siap dirilis pada tahun 2018 mendatang. Seluruh materi yang materi yang ada dalam album tersebut sudah siap dan sedang dalam proses mastering di salah satu studio yang ada di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat.

“Awalnya kami tertarik untuk melibatkan Mas Sasi karena pandangannya terhadap musik, di mana ia mengagumi seorang musisi bukan dari sehebat mana musisi dalam bermain musik, namun dari filosofi hidup yang dijalaninya dalam saat musik. Seperti filosofi berkeseniannya yang kita ingat, bahwa menuturnya seni itu harus luwes, sama halnya dengan orang yang berkesenian, akan luwes dalam menghadapi tantangan dan rintangan dalam kehidupan. Selain itu, proses mastering untuk single Cinta Bertuan dan album pertama kami ini bisa dilakukan di Amerika Serikat karena rekomendasi dari Mas Sasi untuk melakukannya di sana,” tambah Luke.

Cinta Bertuan sendiri dirilis secara digital dan bisa dinikmati di berbagai platform gerai digital, serta sudah bisa didengarkan di seluruh radio yang ada di Indonesia. Sementara untuk video klip dari Cinta Bertuan ini sendiri mereka merilisnya di akun Youtube resmi Batiga dan sudah bisa disaksikan pada Jumat, (21/7/2017). (Batiga)

 

Tentang Batiga

16 Agustus 2011, menjadi awal lahirnya band dengan nama BATIGA, yang merupakan singkatan dari Balada Hati Galau. Secara eksplisit nama tersebut berarti “karya musik yang tercipta dari kegalauan hati”.

BATIGA terlahir dari manifestasi ekspresi kegalauan hati para personil yang sering berbagai cerita tentang makna dan arti kegalauan dalam lingkungan kehidupan mereka sendiri. Beranggotakan Riosa (vokal), Yunan (keyboard), Talcha (drum), Luke (gitar), dan DC (bass), yang mengusung aliran ‘Sweet Pop’.

Setelah menjelajahi belantika musik Yogyakarta selama kurang lebih 5 tahun, BATIGA kini perlahan namun pasti membukukan namanya di kancah industri musik nusantara, serta telah membuahkan hasil karya mini album pertama yang bertajuk ‘Prolog’, single dengan judul Berharap, Cinta Diam Diam dan yang terakhir adalah Hey Jomblo.

Pencapaian BATIGA sampai saat ini pun tidak lepas dari dukungan kelu- arga, sahabat, official, rekan- rekan musisi, penikmat dan pemerhati musik, dan tentunya teman-teman batigable yang selalu mensupport Batiga dalam setiap karyanya.

==============================================================================

Batiga

Instagram:@batiga_official
Twitter:@batiga_official
Facebook:facebook.com/batiga
Youtube:batiga official

Related Blogs

    Share