IMG_2719

Setelah sebelumnya Badai Sampai Sore telah merilis album Selftitle di Negeri Kincir Angin, Belanda pada 2016, kini Badai Sampai Sore pun kembali merilis album terbarunya. Album baru ini bertajuk “Klandestin”, dengan satu single, Mata Serigala.

Secara literal, Klandestin memiliki arti; secara diam-diam, gelap, dan rahasia. Album ini mewakilkan sebuah rasa yang dipendam secara diam-diam. Klandestin sendiri menjadi lagu di track terakhir album ini.

Lagu-lagu yang disematkan dalam album ini megutarakan soal perasaan atau emosi yang yang tercurahkan dalam situasi tertentu, dan sebagian besar berangkat dari kejadian nyata. Seperti lagu Di Atas Merah, lagu ketika Farie (vocal) mencurahkan segala kesedihannya yang mendalam atas kematian kucing kesayangannya yang terlindas mobil.

Selain itu, kisah nyata juga tercurahkan pada lagu kering Air Mata Semesta. Ini merupakan sebuah lagu yang melukiskan rasa khawatir terhadap alam semesta yang semakin sekarat akibat gas metana hasil dari sampah.

Klandestin telah melibatkan musisi bertalenta tinggi seperti Amoroso (Sisitipsi) dan King Daddy (Sound Solution)

Peluncuran album Klandestin digelar pada Sabtu 2 September 2017 di Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Acara launching album ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari Jason Ranti.

Tidak hanya sampai di situ saja, Badai Sampai Sore juga berkolaborasi dengan permainan trombon Amoroso (sisitipsi), dan puisi dari King Daddy (Sound Solution). Selain musik, di launching Klandestin ini juga ada pameran lukisan yang didasarkan dari tujuh lagu Badai Sampai Sore. Lukisan tersebut merupakan hasil dari tangan dingin Astri Purnama Sari. Tidak hanya lukisan, di sana juga dipamerkan beberapa foto Badai Sampai Sore dari masa ke masa.

BADAI SAMPAI SORE (BSS) terbentuk pada 2013 di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) oleh mahasiswa-mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan. BSS merupakan salah satu band beraliran indie pop. Walaupun garis besar genre band ini adalah Pop, tetapi Badai Sampai Sore (BSS) juga memasuki unsur etnis, baik dari instrumen maupun skala nada.

Badai Sampai Sore sangat menjunjung tinggi tangga nada sunda yaitu, Da Mi Na Ti La Da. Nama Badai Sampai Sore sendiri diambil dari sebuah naskah drama berjudul Badai Sampai Sore karya  Motinggo Busye.

Saat itu, kelima personel BSS baru saja menyelesaikan film pendek mereka dengan menggunakan naskah karya Motinggo Busye tersebut. Bosan bermain drama, mereka pun mencoba untuk berkesenian dengan media lain, yaitu musik. Di malam yang sama ketika mereka selesai syuting, tercetuslah nama Badai Sampai Sore sebagai band.

===============================================================================

Badai Sampai Sore

CP: 0856 7228 288 (Farie)

twitter: @badaisampaisore
facebook: https://www.facebook.com/Badai SampaiSoreBand/

soundcloud: badaisampaisore


Related Blogs

    Share