JOGJA NATIONAL MUSEUM, 4 MEI 2018. ARTJOG Enlightenment akhirnya resmi dibuka. VIP dan Media Preview yang dilaksanakan pada siang hari mengawali rangkaian acara pembukaan di Jogja National Museum. Acara tersebut dihadiri oleh para pejabat negara, sponsor, partner, kolektor, seniman, rekan media dan kolega ARTJOG yang berasal dari berbagai kota dan negara.

Mella Jaarsma, seniman partisipan dan juga juri YAA 2018, turut menampilkan proyek pertunjukkan karyanya Binds & Blinds. Mella berinteraksi dan mengajak para pengunjung ikut mengumpulkan potret pusar mereka. Di ruang yang lain, berlangsung obrolan di balik karya bersama Ryan Francis Reyes (Tim Kuratorial dari Ronald Ventura Studio). Ronald Ventura merupakan Special Presentation ARTJOG 2018. “Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri Ryan bisa hadir di pembukaan ARTJOG tahun ini,” ungkap Ignatia Nilu, tim kurator ARTJOG.

Karya yang tak kalah menarik adalah Healing Garden (Yogyakarta) oleh Hiromi Tango, seniman berdarah Jepang yang telah 20 tahun tinggal di Australia. Performance dan workshop membuat bunga kertas yang dilakukannya memikat banyak sekali pengunjung. Sementara itu di lantai tiga tersaji sebuah pertunjukan tari oleh Nimas Dwi dan Muslimin Bagus Pranowo.

Pukul 19.00 WIB seluruh tamu undangan dan ribuan pengunjung berkumpul untuk menyaksikan upacara pembukaan ARTJOG 2018. Diawali sambutan oleh Heri Pemad selaku direktur ARTJOG, kemudian dilanjutkan pengumuman pemenang Young Artist Award ARTJOG 2018: Meliantha Muliawan (Jakarta, Indonesia), Bandu Darmawan (Bandung, Indonesia) dan Fajar Abadi (Bandung, Indonesia).

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Didik Purwadi selaku Asisten Keistimewaan DIY.” Seni itu panjang, sedangkan hidup itu pendek. Kehidupan kesenian itu tak ada matinya. Kiranya ungkapan itu sangat masih relevan menggambarkan perjalanan ARTJOG sebagai event seni rupa tahunan yang bukan sekadar membuka peluang pasar seni, akan tetapi lebih dari itu, sebagai sebuah peristiwa budaya yang mengacu pada perkembangan seni terkini di Indonesia dan di dunia,”

Hal ini disepakati oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf bahwa, “ARTJOG juga merupakan sebuah peristiwa seni yang didedikasikan untuk membangun jejaring seni rupa kontemporer tingkat lokal dan juga sebagai pasar seni global. Melalui event besar ini kita ingin membuktikan bahwa karya seni Indonesia patut pula diberi kesempatan untuk diapresiasi dalam skala global.”

Malam pembukaan ARTJOG 2018 dimeriahkan oleh penampilan dari Pernak Pernik Sruti Respati bersama Bintang Indrianto, Woro Mustiko Siwi bersama Keroncongisme, dan kolaborasi Kua Etnika dan Endah Laras yang berhasil mengajak Triawan Munaf dan Heri Pemad menari di atas panggung.

ARTJOG – Enlightenment masih berlangsung hingga 4 Juni 2018, menghadirkan karya-karya dari 54 seniman Indonesia dan manca negara, serta berbagai pertunjukan setiap harinya. Info program dan agenda bisa diakses di www.artog.co.id.


Related Blogs

    Share