P_20181002_114821

Pameran seni kontemporer bertaraf Internasional, Art Bali, akan diselenggarakan mulai dari tanggal 9 Oktober sampai 9 November 2018 di gedung AB.BC (Art Bali . Bali Collection), kawasan Bali Collection, Nusa Dua, Bali. Bernaung dibawah Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF), Art Bali merupakan bagian dari rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 yang akan diadakan pada tanggal 8-14 Oktober 2018 di kawasan yang sama.

Dengan adanya pertemuan di Bali merupakan kesempatan besar bagi Indonesia untuk memperkenalkan diri. Mengingat dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 kurang lebih 15.000 delegasi internasional akan hadir, meliputi 22 kepala negara, sekitar 200 menteri keuangan dan Gubernur Bank Sentral, dan ribuan Chief Exsecutive Officer dan Chief Investor Officer dari berbagai negara dan juga dari lembaga keuangan internasional lainnya.

“Presiden ingin mengangkat derajat Indonesia secara signifikan di mata dunia.” Ungkap Ricky Joseph Pesik, Wakil Kepala BEKRAF, dalam konferensi pers Art Bali di Rumah Sanur, Denpasar, Selasa (2/10).

Heri Pemad, selaku CEO dan Founder Art Bali berharap agar Art Bali nantinya dapat didukung oleh semua elemen masyarakat yang ada di Bali. Selain itu, dapat menjadi ruang baru kesenian, dimana seni dapat dinikmati oleh masyarakat dari beragam latar belakang

“Semoga apa yang dilakukan ini dapat berguna bagi masyarakat Bali, baik ekonomi maupun perkembangan budaya dan menjadi pemicu untuk menyatukan simbol-simbol artistik yang ada di Bali.” Jelas Heri Pemad.

Pada perhelatan perdana ini, tema yang dipilih adalah “Beyond The Myths”, sebuah pembongkaran ulang tanda yang kerap kali disebut mitos atau bahkan dimitoskan oleh masyarakat dan budaya. Dengan tema tersebut, para seniman akan menerjemahkan sendiri makna dari mitos tersebut kedalam karya seninya. Ada 39 seniman yang terlibat dalam Art Bali, para seniman ini berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, dan juga seniman internasional.

Ignatia Nilu dan Rifky Effendy, Tim Kurator Art Bali, menjelaskan proses kurasi dilakukan selama kurang lebih 8 bulan secara intensif, mulai dari perencanaan, gagasan, visual, hingga proses presentasi karya di lokasi pameran.

“Proses kurasi didasarkan pada praktik kesenian, kekaryaan, dan kontribusi mereka dalam menggerakan dinamika seni rupa kontemporer Indonesia dan juga seni rupa global.” Jelas Ignatia Nilu.

Bagi yang ingin menikmati karya-karya seni di Art Bali secara khusus, dapat mengikuti Tur Kuratorial bersama Tim Kurator setiap Sabtu selama pameran berlangsung. Art Bali juga memberikan kesempatan kepada para pengunjung umum dan pelajar yang memiliki KTP/SIM/Kartu Pelajar Bali untuk menikmati pameran seni ini secara gratis setiap hari Selasa mulai dari tanggal 23 Oktober 2018.

===============================================================================

For more info:

Facebook.com/artbali

Instagram.com/art.bali.id

artbali.co.id

Related Blogs

    Share