IMG_20181115_151343

Pameran seni Art Bali 2018 “Beyond the Myths” yang diadakan di Gedung AB•BC (Art Bali • Bali Collection), kawasan Bali Collection, Nusa Dua, sejak 10 Oktober 2018 telah berakhir. Pameran Art Bali ini berhasil memberikan warna baru dalam perkembangan ekosistem seni di Bali bahkan Indonesia.

Heri Pemad, CEO dan Pendiri Art Bali, dalam sambutannya di pembukaan Art Bali menyatakan, Art Bali akan menjadi ruang baru untuk menampung potensi kreatif di Indonesia, khususnya di Bali dan sekitarnya, serta mempertemukannya dengan publik yang lebih luas, sehingga Art Bali bisa mengembangkan ekosistem seni yang lebih baik.

Pelaksanaan Art Bali di tahun pertamanya bertepatan pula dengan beberapa acara penting berskala internasional di kawasan Nusa Dua. Diantaranya, Pertemuan Tahunan IMF yang dihadiri oleh 34.000 delegasi dari lebih 200 negara. Kemudian ada pula Our Ocean Conference yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dan World Conference on Creative Economy (WCCE) yang diselenggarakan oleh Bekraf. Hal ini meningkatkan kesempatan bagi karya seni kontemporer Indonesia di Art Bali untuk menyentuh publik yang  lebih luas dan diapresiasi tidak hanya oleh para pelaku dan penikmat seni dalam negeri, tapi juga dari luar negeri.

Selain para wisatawan di Bali dan para delegasi dari konferensi-konferensi tersebut, ada pula pejabat-pejabat dan perwakilan dari negara tetangga yang turut menyempatkan datang untuk mengapresiasi karya-karya di pameran Art Bali 2018 “Beyond the Myths”, di antaranya adalah Menteri Kebudayaan, Masyarakat dan Pemuda Singapura, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Thailand, serta Konsuler Kebudayaan dan Advokasi Australia Jakarta dan Konsulat Australia Bali.

Art Bali telah berkomitmen untuk menjembatani masyarakat dengan seni kontemporer. Tidak hanya melalui Tur Kuratorial Art Bali saja, namun juga memberikan akses masuk gratis bagi setiap pemegang KTP Bali dan Kartu Pelajar/Mahasiswa Bali setiap hari Selasa selama masa pameran. Hal ini disambut dengan antusiasme tinggi masyarakat Bali untuk mengunjungi Art Bali. Lebih dari 2000 pengunjung lokal, mulai dari para siswa dari berbagai sekolah dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bali, komunitas seni dan budaya, juga masyarakat umum yang memiliki kartu identitas Bali datang dan menikmati lebih dari 50 karya para seniman kontemporer di Indonesia.

Peserta Tur Kuratorial, Josiane Rgn menyatakan bahwa pameran Art Bali ini sangat menarik. Meskipun karya-karyanya kontemporer, ia mengaku masih dapat merasakan akar dari budaya Bali di dalamnya melalui teknik-teknik yang digunakan dalam pembuatan karyanya.

IMG_20181115_151508

Ditambah lagi, pameran Art Bali 2018 mendapat sambutan hangat berbagai pihak dari komunitas seni seperti para kolektor, pemilik galeri, konsultan seni, patron seni, kurator dan seniman-seniman. Diantaranya adalah, Kim dan Lito Camacho (kolektor dan patron dari Filipina), Konfir Kabo (kolektor dan patron seni Indonesia di Melbourne, Australia), Henny Scott (kolektor dan patron seni di Bali), I Wayan Sika (pemilik Sika Galeri), Christiana Gouw (kolektor dan pemilik CG Art Space), Jais Darga (konsultan / art dealer seni), serta para kurator dari Jakarta, Bandung, dan Bali, yaitu Jim Supangkat, Rizki Zaelani, Asmudjo Jono Irianto, dan I Wayan Seriyoga Parta.

Mereka melihat adanya pameran perdana Art Bali 2018 “Beyond the Myths” sebagai pemicu untuk mengembangkan dan meningkatkan ekosistem seni di Indonesia dan khususnya di Bali. Terutama, di samping pameran Art Bali ini sendiri, mereka melihat pentingnya keberadaan Gedung AB•BC ini sebagai ruang yang representatif untuk mewadahi karya seni dan budaya kontemporer, di mana para seniman Bali pun mempunyai panggung agar semakin terpetakan dalam ranah seni rupa dan budaya kontemporer Indonesia dan global.

Langkah Selanjutnya

Gedung AB•BC merupakan hasil dari bantuan pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). Ruang yang baru ini dibangun tidak hanya digunakan untuk Art Bali saja, tapi juga sebagai ruang untuk mendukung para pelaku seni dan budaya yang ingin menggunakannya. Baik untuk kegiatan komunitas atau pameran tunggal, guna mendorong perkembangan kreativitas dalam seni dan budaya, seperti seni rupa, teater, seni pertunjukkan, bahkan film dan fashion. Maka, dengan begitu Gedung AB•BC dapat terus hidup untuk memberikan dampak positif bagi ekosistem di wilayah seni ekonomi kreatif.

Setelah Art Bali 2018, Gedung AB•BC (Art Bali • Bali Collection) akan menjadi rumah bagi karya-karya seni kontemporer dari seniman Indonesia lewat pameran berikutnya pada 15 Desember 2018. Pameran ini bertemakan “Celebration of the Future”. Pendiri Art Bali, I Made Aswino Aji menjelaskan, ia berharap para seniman Bali dapat semakin terlibat langsung dan memanfaatkan Gedung AB•BC seoptimal mungkin dalam mengembangkan ekosistem seni dan budaya di Bali khususnya dan juga Indonesia.

IMG_20181115_151412

==============================================================================================

For more information:

Instagram: @art.bali.id


Related Blogs

    Share