“Luar biasa!” barangkali itulah kata yang pas untuk menggambarkan An Intimacy Vol. 6 yang berlangsung Jumat (20/2) kemarin. Wadah rekoleksi keintiman ini terasa semakin meriah. Hal ini tercermin dari padatnya penonton serta antusiasme yang mereka tunjukkan. Di bulan Februari yang lekat dengan warna merah muda, An Intimacy berhasil membuktikkan bahwa music is really in the air!

IMG_9424

Menampilkan line-up memukau yakni Strangers, Bedchamber, Munthe, Heals, dan Frau, Lou Belle Shop yang berlokasi di Jl. Setiabudhi no. 56 Bandung ini sudah ramai sejak jam 4 sore. Acara dibuka dengan penampilan Strangers. Band pengusung musik Alt. Rock / Britpop tersebut langsung memukau penonton lewat lagu-lagu andalan seperti ‘Heavenly’ dan ‘Bonfire’. Kejutan terlontar dari mulut Ican sang vokalis. Ia mengatakan bahwa ini merupakan panggung terakhir Strangers karena mereka akan berganti nama. “Setelah 7 tahun berkarya, ini adalah panggung terakhir kami. Sampai jumpa di lain kesempatan dengan nama berbeda!” ujarnya.

Selanjutnya, giliran Bedchamber yang naik panggung. Unit indie-pop asal Jakarta yang baru saja merilis EP bertajuk ‘Perennial’ ini kontan mengundang decak kagum penonton. Warna musik yang unik serta gaya personil yang quirky menjadi daya tarik utama. Tak heran, EP mereka tersebut kerap disebut-seut sebagai salah satu yang terbaik di tahun 2014.

Setelah jeda Maghrib, Munthe yang juga baru merilis rilisan fisik dengan judul “The Sun Has Sunset” menjadi penampil selanjutnya. Singer-songwriter yang tampil dengan format full band sukses menjaga tempo kepadatan penonton.

Band asal Bandung yang baru terbentuk di akhir tahun 2013, Heals, tampil setelahnya dan kembali memanaskan ruangan. Mendeskripsikan diri sebagai pelantun shoegaze / alternative rock, mereka tampil optimal dengan membawakan single terbaru berjudul ‘Void’. Segar sekaligus menghentak!

Penampil terakhir datang dari Yogyakarta dengan nama asli Leilani Hermiasih. Siapa lagi kalau bukan Frau. Setia ditemani Oskar si piano, Frau membawakan nomor-nomor andalan yaitu ‘Water’, ‘Tarian Sari’, hingga ‘Mesin Penenun Hujan’. Di tengah penampilan, dengan sopan ia juga menolak untuk didokumentasikan berlebihan. “Mata kita adalah lensa terbaik.” Katanya.

IMG_9725

An Intimacy Vol. 6 merupakan hasil kolaborasi Monsterstress Records, Lou Belle Shop, Komunitas Musik Fikom UNPAD, dan FFWD Records. Gelaran ini juga disponsori oleh Ouval Research, Club 27, dan Pot Meets Pop, serta didukung pula oleh Literature Optical Cinema, Underdog Division, Cirebon Store, Yogya Music Store, dan CreaTV. Saking padatnya pengunjung di edisi ini, panitia terpaksa harus menutup pintu karena keterbatasan tempat. Tentunya patut ditunggu strategi, semangat, dan pergerakan An Intimacy di volume selanjutnya. Sampai jumpa!

IMG_9691 IMG_9550 IMG_9315


Related Blogs

    Share