SEMARANG – Trio grindcore asal Semarang, AK//47 merilis album baru pada 6 Pebruari 2016. Album berisi 13 lagu tersebut bertajuk “Verba Volant, Scripta Manent” yang merupakan bahasa latin, artinya “Yang sekadar terucap akan hilang. Yang tertulis akan abadi”. Pada hari yang sama, turut dirilis video klip “Ignorant Middle Class” sebagai single dari album.

Band yang berdiri tahun 1999 ini sempat vakum selama 7 tahun. Kini diperkuat dengan formasi Garna Raditya (gitar, vokal), Novelino Adam (vokal, bass) dan Yogi Ario (drum). Menurut Garna, album yang dirilis oleh Vitus Records dan Resting Hell Records ini didedikasikan kepada pergerakan literasi untuk menggerus ignoransi.

“Barangkali ini tema usang, kami juga bukan seorang literatus yang sejati. Tetapi gerakan literasi akan bisa menjadi energi yang besar melawan ignoransi. Bagi kami barikade depan ialah pengetahuan, agar tidak terus dibodohi,” ujar Garna, gitaris sekaligus motor.

Tema literasi, merupakan upaya untuk mencatat dan merekam segala apapun yang ada disekitar. “Bisa melalui medium foto, teks, seni rupa atau disiplin lainnya agar tidak hilang atau dilupakan. Sebab, arsip tersebut akan berguna untuk teman-teman kami berikutnya. Kelak, kami bisa memetakan jaman maupun pemikiran di masa depan,” tambah Yogi yang akrab dipanggil Kotob.

Album ini juga diisi vokalis tamu dari tiga band metal gaek, yakni Rudy Murdock (Radical Corps), Debronzes (Syndrome) dan Rudi Harjianto a.k.a Giant (SiksaKubur). “Saat kami tawarkan kepada Giant langsung disambut antusias. Saat rekaman vokal, Giant bisa langsung klop menghayati lagu dan hanya menghabiskan waktu satu jam untuk rekaman. Barangkali karena disini setiap hari disuguhi Congyang dan masakan Babi Parang,” ujar Inu bergurau.

Rudy yang akrab dipanggil Giant itu mengisi pada lagu “Punguti Aksara”. Demikian penggalannya, “…Tulislah ucapan. Simpanlah, sebarkan. Punguti aksara, jadikan sejarah…”. Lirik yang ditulis oleh Garna tersebut kental dengan sentuhan hardcore/grind, lagu itu menginsyaratkan untuk menulis dan mengarsipkan segala sesuatu agar tidak hilang dilekang jaman. Dengan tema yang serupa tampak juga pada lagu “Merawat Ingatan” yang didedikasikan kepada pejuang HAM yang hilang maupun dibunuh.

Selain Rudy, AK//47 juga menggaet Debronzes, vokalis band death metal veteran asal Semarang, Syndrome, pada lagu “So You Call Yourself a Revolutionary?”. Rudy Murdock, vokalis/gitaris Radical Corps mengisi vokal pada lagu “Makan Semen” yang didedikasikan kepada perjuangan warga untuk mempertahankan pegunungan Kendeng Utara yang digerus oleh korporasi.

Materi lagu album baru yang semua ditulis oleh Garna ini sudah dikerjakan sejak awal tahun 2014. Kemunculan mereka dimulai pada bulan Maret 2015, Rifqi (Moiss) mengajak untuk kembali ke panggung guna mendampingi Vrosk, Matiasu, Kaitzr saat mereka tur ke Semarang.”Sebelum kami main lagi, mulai banyak latihan dan membiasakan menjaga stamina di panggung. Kami tidak berekspetasi apa-apa jika kami kembali, kami hanya ingin bersenang-senang, meletupkan energi yang terpendam,” ujarnya.

Sebelumnya, AK//47 telah menyelesaikan tur ke 13 kota Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada 12-16 Pebruari 2016 akan kembali melakukan tur promo albumnya di propinsi Jawa Timur yakni di kota Batu, Dampit, Surabaya dan Kediri.

Ak//47 telah menghasilkan EP “Tidak Setuju!” pada 2003. Tahun 2006, AK//47 merilis album “Barricades Close The Street, But Open The Way” dalam format kaset serta beberapa kompilasi dan split album.(*)

============================================

AK47

Foto: Hanafi Arozaq Hastoworo

AK//47 are:

Novelino Adam – Bass, Vocal

Yogi Ario – Drum

Garna Raditya – Guitar, Vocal

Facebook: AK//47

Instagram & Twitter: @ak47grind

Soundcloud: www.soundcloud.com/ak47grind

Website: www.ak47grind.wordpress.com


Related Blogs

    Share