itb

ITB // 5 LANGKAH BEBAS INSECURITIES DARI WISUDAWAN ITB

Insecure, sebuah kata yang sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung, Institut Terbaik Bangsa. Tidak heran, dari julukannya saja pasti sudah banyak mahasiswa yang berpikir “Pasti banyak orang-orang keren disini, ada yang menang medalis olimpiade, ada yang udah lomba internasional, duh jadi insecure.” Banyak dari mereka yang merasa tidak pantas menjadi mahasiswa ITB. “Berasa remahan rempeyek,” ujar Jamilah, salah satu wisudawan yang akan lulus di bulan Oktober 2021 ini. 

Belum cukup dengan perasaan minder yang menghantui itu, ternyata banyak mahasiswa yang juga merasa tertekan karena banyaknya ekspetasi dari orang sekitar yang berharap lebih. Rasa cemas pun bercampur dengan rasa insecure tadi karena takut tidak dapat memenuhi ekspetasi tersebut. Terlebih lagi banyak mahasiswa yang juga merasa kesusahan dalam mempertahankan akademiknya. “Nilainya udah kayak tanggalan aja tuhh alias di bawah 30,” sindir Mons, wisudawan IMMG Oktober 2021 ini. Banyak yang mengalami hal serupa dengan Mons, namun tentu banyak pula yang mendapatkan hasil memuaskan sehingga secara tidak langsung juga menambah perasaan insecure mahasiswa-mahasiswa lainnya.

Namun satu hal yang mendasari seluruh faktor insecure ini, adalah sulitnya adaptasi mahasiswa terhadap lingkungan baru. Masih banyak mahasiswa yang merasakan culture shock dengan suasana di ITB yang bergerak dengan tipe fast-environment dan kompetitif. Namun jangan menyerah dulu, karena ada banyak tips dari wisudawan ITB yang sudah menghabiskan waktu 4 tahunnya untuk beradaptasi dan mengatasi rasa insecure mereka. Yuk kita tilik satu per satu!

  • Pakai Rumus “Hidup itu dijalanin aja, pakai sayap sabar dan syukur” by Jamilah (Wisudawan Himastron Oktober’21)

Rasa insecure pasti akan selalu muncul. Namun kita tidak bisa membatasi diri hanya karena rasa insecure tersebut. Oleh karena itu jangan terlalu menghabiskan waktu untuk berkutat dengannya, sebaliknya jalani saja dulu dibarengi dengan rasa syukur dan sabar. Semua hal butuh proses, tidak ada yang instan. Selama kita sudah berusaha yang terbaik, nantinya pasti akan terbuka jalan yang cocok untuk dilalui.

  •  Acceptance and Consistency by Jang Gyeo-ul (nama samaran Wisudawan Oktober’21)

Belajar menerima keadaan itu penting. Setiap orang mempunyai kemampuan dan keunggulan yang berbeda-beda. Bukan berarti jika seseorang memang tidak baik dalam suatu hal, ia juga buruk dalam hal lain. Alangkah baiknya jika kita tidak menyerah dan terus berusaha untuk give our all. “Aku selalu percaya hasil tidak akan mengkhianati usaha. Selain itu, aku pun berusaha menerima batas kemampuanku, sehingga aku tidak memaksakan diri untuk memenuhi standar akademik yang dianggap ideal oleh orang lain,” jelas Jang Gyeo-ul.

Selama kita sudah berusaha sampai maksimal, hasil bukanlah menjadi tolak ukur lagi, yang penting adalah prosesnya. Belajar menerima dengan ikhlas adalah kunci untuk menghentikan insecurities.  

  • Bercerita by anonymous

Beri kelonggaran untuk diri sendiri dan berikan kesempatan untuk orang di sekitar membantu kita untuk menghadapi insecurity ini. Caranya sederhana, yaitu bercerita. Dengan bercerita, rasa berat di hati bisa berkurang karena kita merasa didengarkan. Solusi dan motivasi baru juga bisa bermunculan dan meningkatkan semangat kita untuk bangkit lagi. Bahkan terkadang kita bisa membuka lembaran baru akan hal yang bahkan belum kita sadari sebelumnya, “Dengan apresiasi dan dukungan yang diberikan oleh sahabat dan orang sekitar, aku berpikir bahwa orang lain ternyata mampu melihat potensi dan kemampuanku, lalu kenapa aku tidak bisa?”, ucap anonymous.

  • Keseimbangan by Ahmad (Wisudawan KMM Oktober’21)

Insecure atau overthinking bukan hal yang sepenuhnya buruk sebagaimana penyakit atau alergi kok. Asal sesuai kadarnya. Bukan berarti solusi dari insecure adalah menghapuskan sifat itu sepenuhnya, tapi cukup dihadapi dan diatasi sesuai dengan kasusnya kalau memang itu mengarah ke hal yang negatif. Karena bisa jadi insecure atau overthinking itu yang mendorong kita untuk bisa lebih baik. Kuncinya adalah keseimbangan. 

 

  • Berdamai dengan diri sendiri by anonymous

Semua hal tidak bisa diraih dengan seketika. Butuh waktu untuk bisa memahami diri dan mengatasi insecurities. Kuncinya don’t push yourself too hard, berdamailah dengan diri sendiri.

Itulah langkah-langkah dari para Wisudawan ITB yang sudah berhasil menghadapi rasa insecure mereka. Rasa Insecure itu wajar dan sering terjadi, tetapi cara kita menghadapinya adalah kunci yang menentukan arah hidup kita. Di bawah ini dilampirkan beberapa pesan dari wisudawan buat kamu yang masih harus melewati 4 tahun berkuliah menjadi mahasiswa. Semoga bisa selalu menyemangati!

“Gapapa kok kamu boleh sekali-kali ngerasa insecure karena dengan begitu kamu jadi punya alarm untuk terus berkembang dan belajar hal2 baru. Tapi inget jangan lama2 karena setiap kita punya kesempatan dan mimpi yang harus kita raih. Langkah tiap orang itu berbeda2 karena kita semua unik”

“Semua orang punya kelebihan plus kekurangan, satu paket! Jadi jangan khawatirkan kekurangan diri sendiri dan kelebihan orang lain. Jadilah manusia yang bermanfaat dengan kekurangan juga kelebihan yang kita miliki!”

“Ternyata overthinking ituu cuma ada di kepala kamu, kalo kamu siap menjalani, enjoy semua prosesnya, semuanya bisa dilewati!. Inget aja ini “yang ga percaya sama kamu tuh cuma diri kamu sendiri, so ayo PD ajaa buat lakukan semua hal yang kamu suka”

“Don’t judge yourself because of people’s expectations. You are good and you are great, you will find how beautiful you are if you stop being others.”

“Percaya sama potensi diri sendiri, karena terkadang kita tidak sadar bahwa kita lebih hebat dari apa yang kita bayangkan. Jangan lupa tetap konsisten dalam belajar dan stay hopeful that suatu hari kamu bisa memperoleh apa yang kamu inginkan.”

“Pesan buat temen2 Intinya kita harus tetap berusaha, tingkatin effort belajar semampu yang kalian bisa lakuin. Tapi klo apa yang kalian dapat itu tidak sesuai ekpektasi. Kalian harus ikhlas menerimanya.”

“Buat temen2 yang insecure , kalian harus menyadari bahwa kalian ini adalah orang terpilih yang diberikan kesempatan untuk berkuliah di salah satu kampus terbaik di negeri ini. Jadi jngn pernah sia-sia kan kesempatan ini dan tetaplah berusaha, karena masih banyak org lain yang ingin kuliah di ITB, tapi masih belum diberi kesempatan.”

“Kenalilah diri kita lebih dalam lagi dengan mengenal Pencipta kita, sayang. Kita tidak diciptakan di atas muka bumi ini atas dasar “kebetulan”, maka pasti ada maknanya. Ketika kita menemukan makna itu, in syaa Allah kita tidak akan insecure karena tidak ada waktu untuk membanding2kan diri dengan orang lain secara umum. Bermainlah di kotak masing2 dan sibukkanlah diri kita dengan hal2 yang bermanfaat, seperti ilmu. Tidak lupa mintalah pertolongan kepada Yang Mahabijaksana agar kita bisa lebih kuat dan tidak lemah.”

“Pahamin kalau semua orang itu beda-beda dan punya porsinya masing-masing. Semua orang pasti punya hal yang membuat merasa insecure. Jadi gaada perlunya buat membandingin ke orang lain kalau misal cuma malah membuat kamu merasa rendah diri. Coba terima aja dan jadi diri terbaik kamu yang kamu bisa.”


Related Blogs

    Share